Kamis, 08 Mei 2014

MAPPLE ( fanfic )


Blech - Tite Kubo
Mapple - Cikadev
Hurt/Comfort, Romance

"Meet u, after along time"

-

Rukia side

“Srekkk-srekkk.”
“Rukia, apa kau yakin akan pulang besok?” Tanya seorang wanita paruh baya.
“Iya, aku aku yakin nek.” Jawab gadis manis itu dengan senyum simpulnya.
“Apa kau tidak mau lebih lama disini bersama nenek..” Bujuk wanita tua itu sambil membantu Rukia merapihkan pakaiannya.
Rukia tampak mondar-mandir membenahi keperluan yang harus iya masukkan dalam kopernya. “Aku kan sudah lumayan lama nek, sudah dua minggu aku meninggalkan Karakura.” Jawabnya dengan senyum serta pelukan hangat untuk neneknya yang tampak masih merindukannya.
“Iya Aku tahu, kau sudah rindu pada ibu, ayah serta adikmu bukan?” Ujar nenek Rukia  seraya mempererat pelukannya.
Rukia merasa tidak enak pada neneknya yang kelihatan sedih karena kepulangannya. “Nenek, jangan sedih ya, kumohon.. aku ibu dan Ururu akan kembali liburan nanti.” Ujarnya meyakinkan neneknya.
“Baiklah sayang aku tidak sedih, hanya saja disini nenek merasa sepi jika tidak ada kamu.” Ucap nenek sambil menyentuh pipi tembem milik cucunya.
“Hehe, iya aku tahu. Tapi, disini masih ada paman Urahara dan keluarnya yang menemani nenek jadi nenek tidak boleh kesepian okay...” Serunya diiringi senyum ikhlasnya.
“Iya cucuku sayang, sekarang sudah larut sebaiknya kau tidur agar tidak kesiangan besok.” Ujar nenek sambil mengantar Rukia ke kamar.
“Nenek..” Panggil Ruki.
“Iya, apa masih ada yang kau butuhkan nak Ruki?” Tanya nenek.
“Hmm.. tidaka ada nek, hanya saja aku ingin nenek menemani tidurku malam ini.” Ungakapnya tersipu malu.
Nenek pun tersenyum sambil berjalan ke arahku. “Dengan senang hati Ruki-chan.” Sambut nenek, kemudian mereka pun beristirahat.


-

Keesokkan hari – Stasiun Kyoto

“Rukiaaaa, hati-hati yaaaa...” Teriak seorang lelaki.
“Iya paman, terima kasih ya sudah mengantarku, jaga nenek baik-baik ya..” Serunya sambil melambaikan tangan.
“Nenek, jaga diri baik-baik yah, aku akan selalu merindukan nenek.” Ucapnya sambil mencium dan memeluk neneknya.
“Iya kau juga, hati-hati jangan ceroboh.” Ucap nenek perlahan turun dari kereta yang sudah mau berjalan.
Suara lonceng stasiun terdengar dan saatnya kereta yang ditumpangi Rukia berangkat.

-

Other side

“Kriinggggggggggggggg..”
“Siang, kediaman Kuchiki disini.” Ucap Hisana.
“Iya, Halo.. dapatkah aku berbicara dengan Rukia Kuchiki?” Tanya seseorang itu.
“Rukia sedang berada di luar kota, maaf dengan siapa aku berbicara??” Tanya Hisana.
“Kapan ia kembali ke Karakura?? Ohh iya. Apa ini tante Hisana??” Tanya balik orang tersebut.
“Hari ini. Iya, betul itu saya.” Jawab Hisana dengan sopan.
“Oohh begitu. Tante, ini aku Ichigo, Kurosaki Ichigo.” Jawabnya dengan jelas.
“Ichigo, apa kabar?” Tanya Hisana dengan keibuan.
“Aku, baik tante, bagaimana kedaan Rukia, tante dan semuanya?” Tanya Ichigo kembali.
“Kami semua baik. Hmm, sedang berada  dimana kau sekarang Ichigo?” Tanya Hisana.
“Aku sedang di jalan menuju Karakura, mungkin 30 menit lagi aku sampai di stasiun Karakura.” Jawabnya jelas.
“Ohhh, begitu.. Rukia mungkin 1 jam lagi sampai di Karakura.” Jelas Hisana.
“Kalau begitu, aku akan menunggunya di stasiun.” Seru Ichigo.
“Baiklah, nanti tante dan Ururu menyusul.” Terangnya.
“Ok, aku tunggu. Sampai jumpa tan..” Seru Ichigo sambil mematikan telponnya.

-

Stasiun – Karakura

Ichigo pun keluar dari Kereta yang membawanya dari Osaka. Ia duduk dimana nantinya kereta yang membawa Rukia berhenti.
Dari kejauhan ada suara yang memanggil namanya. “Ichigo..”,”Kak Ichi..” seru suara dari kedua orang itu.
“Hei, tante,  Ururu ..” Ucap Ichigo dengan membentuk siluet indah diwajahnya.
Ia pun bersalaman dengan Hisana serta memberi pelukan kecil pada Ururu.
“Kak Ichigo..” Seru Ururu lirih.
“Hn..”
“Kemana saja si??” Serunya.
“Aku tidak kemana-mana kok, hanya berpindah rumah saja.” Jawabnya.
“Iya, aku tau tapi mendadak sekali..” Eluh Ururu.
“Hahaha, maaf yah...” Ucap Ichigo sambil mengusap kepala Ururu.
“Ya, sudah ngobrolnya dilanjutkan nanti, itu kereta dari Kyoto sudah sampai.” Ucap Hisana dengan menunjuk ke arah kereta itu.
Beberapa saat kemudian kereta itupun berhenti, seorang gadis bertubuh mungil itu keluar dari kereta itu. Ia melambaikan tangannya pada ibu dan adiknya, tanpa ia sadara seseorang mengahampirinya dan menutup matanya dari belakang.
“Hei, siapa kau??” Ucap gadis itu dengan kaget.
“Coba tebak??” Seru Ichigo menggodanya.
“Hmm2.. ‘siapa dia.’ Pikir Rukia dalam hati. ‘Telapak tangan yang lebar, tubuh besar dan tinggi... apa itu dia?’ tanyanya dalam hati. ‘Heyyyy,s iapa orang ini..’ kesalnya.
“Dasar cebol bodoh, orang keren seperti aku kau lupakan.” Seru Ichigo, dengan posisi yang masih sama seperti tadi.
‘Apa?’ Kaget Rukia dalam hati. “Ichigo..” Sebutnya lirih.
“Iya, cebol ini aku..” Perlahan Ichigo melepaskan tangannya dari mata Rukia.
“Ichi-berry.. Bodohhh.. kemana saja kau??” Ucapnya sambil membalikkan tubuh kecilnya dan memeluk sahabatnya itu.
“Aku? Aku tidak kemana-mana.” Serunya dengan tawa dan membalas pelukan sahabatnya.
“Bodoh..” Rukia menjitak kepala Ichigo.
“Itaaaiiiiiiiiiiiii, cebolll..” Eluhnya seraya memegang kepalanya yang sakit.
“Kau bilang tidak kemana-mana?” Kesal Rukia. “Orange bodoh, kau pergi tanpa memberi tahu aku dan meninggalkan aku selama 3 tahun Ichi-berry.” Tambanya.
“Iya aku tahu.. maafkan aku, aku kan sudah janji tidak akan seperti itu lagi.” Ichigo tersenyum.
Rukia membalas senyuman itu dengan anggukan kecil. “Aku yakin kau orang yang bisa mempertanggungjawabkan perkataanmu.”
“Kau tahu aku kan.” Ucap sambil Ichigo mengusap rambut violet Rukia. “rambutmu panjang sekarang.”
“Heheh, tentu..” Tawa Ruki.
“Menurutmu bagaimana?” Tanya Rukia.
“Kau jelek dengan rambut pendekmu.” Ucap Ichigo jelas.
“Hahaha, apa iya.. sama saja.” Sahutnya.
Ichigo hanya membalas dengan anggukan kecil.
Hisana dan Ururu hanya tersenyum melihat kelakuan mereka berdua.
“Ichigo, Rukia. Sepertinya kalian tidak langsung pulang ke rumah, jadi mama dan Ururu akan pulang duluan dan mama akan membawakan barang-barangmu Rukia, mama tahu pasti kalian mau menghabiskan waktu bersama, benar begitu.” Jelas Hiasana panjang lebar. Ichigo dan Rukia hanya tersenyum. Rukia pun memberikan ciuman kecil untuk ibunya tercinta.
Hisana dan Ururu pun pulang, sedangkan Ichigo dan Rukia memutuskan untuk menghabiskan waktu bersama untuk melepaskan rindu mereka setelah lama tidak bertemu.
“Ichigo.. kita mau kemana? Apa tempat itu?” Tanya Rukia.
“Kau pasti tahu tempat yang aku maksud.” Senyum Ichigo.
“Hmm, tempat itu yah..” Ujarnya.
“Pasti..” Mereka pun berjalan ke suatu tempat yang menurut mereka tempat spesial untuk mereka berdua untuk menghabiskan waktu bersama.



To Be Continue
Dimanakah tempat spesial untuk Rukia dan Ichigo?? Tunggu update-tan selanjutnya yaa ^_^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar