Minggu, 20 Januari 2013

Notes and Words - One OK Rock

I wanna dance like no one's watching me
I wanna love like it's the only thing I know
I wanna laugh from the bottom of my heart
I wanna sing like every single note and word it's all for you


Is this enough?


I wanna tell you and this is the only way I know
And hope one day you'll learn the words and say
That you finally see, what I see


Another song for you about your love
'cause you love the me that's full of faults
I wish you could see it from this view
'cause everything around you is a little bit brighter from your love


I wanna dance the night away with you
I wanna love because you taught me to
I wanna laugh all your tears away
I wanna sing 'cause every single note and word it's just for you


Hope it's enough?


I wanna tell you and this is the only way I know
And hope one day you'll learn the words and say
That you finally see, how I feel


Another song for you about your love
'cause you love the me that's full of faults
I wish you could see it from this view
'cause everything around you is a little bit brighter from you love

Not a day goes by that I don't think
About you and the love you've given me
I wish you could see it from this view
'cause everything around you is a little bit brighter from your love
Life is just so much better from your love. 

No Tittle

*****

Aku hanyalah seseorang yang berdiri, bersandar di bawah rindang pohon. Memandangmu dalam keramaian.

Dalam keramaian, kamu merasa sepi. Akupun merasakan hal yang sama. Itu yang menarik pandanganku, memperhatikanmu.

Namun dengan kesendirianku, tak akan cukup untuk mengisi hatimu. Aku bisa memberimu semua hidupku, namun aku rasa itu hal yang kamu tak inginkan.

Aku rasa aku pun menangis disaat kamu menangisi kesendirianmu.

Yang kamu harus sadari; ketika dirimu merasa lelah dalam kesendirian, seseorang akan berdoa untukmu, supaya kamu tidak mengalami apa yang orang itu rasakan. Orang itu adalah aku.

Berbahagialah dan pergilah sejauh mungkin ke tempat yang kamu ingin tuju. Mungkin aku tak akan dapat kesana. Takutkah aku? Kita berbeda, dan terlalu jauh.

Namun lebih baik kubiarkan begini, karena aku sedang menikmati kesendirianku. Sakit dan perihnya meresap dalam, membentuk arti kehidupan.

Sampai nanti saja.. di tempat yang terlalu indah untuk dituliskan. Aku akan tetap sendiri, berdiri bersandar di bawah rindang pohon. Dan kamu bersandar di belakangku, di bawah rindang pohon yang sama. Sendiri atau tidak, kamu akan tetap seperti dirimu, cantik.








Entah puisi milik siapa, yang pasti ini bukan buatan saya. Tapi saya sangat menyukai kata-kata dalam puisi ini.


Sunday, 5 June 2011.
4:34 AM

Sabtu, 05 Januari 2013

Pierrot-san :):

Entah kenapa setelah ngederin lagu ini >> https://www.youtube.com/watch?v=gKEKq2fA4MY  yang gw dapetin dari sepupu gw langsung suka dan ngena banget. Keren,  sesosok Pierrot.. There are many tears behind thee smile, and the Pierrot always trying to make others smile.

I heard the songs, and the song tell a story :)

Pierrot 


It’s alright, it’s okay.
I’m just a clown you’ll find me anywhere
In a circus in your heart
I’m a nameless pierrot

Riding on a ball like the one up in the sky
Did you know that it took me some time go get used to this.
Falling on the ground it isn’t a mistake
If you could be entertained, alright then my work is done

Sat in the crowd girl there you were why are you covered in tears?
I Couldn’t take my eyes off you’ve stolen my heart in a flash
Allow me to wipe off all the sadness the tears Mom and Dad had never noticed
 My heart is yours, as long as you dont cry.

Its okay, you’re okay.
Its worth to lose everything to see you smile
All the pain can dissappear nothing for you to fear

Its alright, I’m alright
Its worth for me to be treated like a loser
Standing on top a little sphere, my name is Mr. Pierrot ;)

 The voice that you squeezed out as you cried to me
 “Untruthfulness is killing me and I cant stand it.”
 “I swear that I would never lie to you baby,”
Again and again rain of tears dropped from your eyes.

Boy show me what you really look like beneath the happy face
Show everything you’ve felt you’ve though you’ve ever wanted to express
Give me a reason to feel your pain
Tell me the nightmares you’ve been seeing
My heart is yours, as long as you’re not shy.

Its okay, you’re okay.
Theres nothing wrong with you without a smile
Promise me you’ll never lie, never hide your sighs
If you cry, can I cry?

Take away every fear you’ll ever fight
Hoding your hand tight in mine, I’ll stay by your side

Let me smile, when you smile
I love every story in your life
Will you take me for a ride
Love me day and night?

It’s okay, you’re okay
Its worth to lose everything to see you smile
All the pain can dissappear 
Nothing for you to fear






Sabtu, 22 Desember 2012

Mother's Day

Oke, mungkin gw adalah orang yang telat banget ngomongin 'Hari Ibu' Yang penting gw gak telat update nih diblog kan tanggal diblog gw telat sehari wkwkwk.. ,, Kayak tadi gw ngucapin ke nyokap juga telat padahal udah serumah gak kayak dulu yang cuman bisa ucapin dari telpon. Hahaha..
Sableng emang, tapi gw malu buat ucapinnya, yang penting di 'Hari Ibu' wishes gw adalah kehagiaan buat mama yang meliputi, kesehatan, kesejahteraan dan suksesnya gw yang pasti bakal jadi  kebahagiaan utama buat mama..

Mama.. I love you..
Meskipun aku sering gak nurut sama mama..
Meskipun aku bandel banget jadi anak perempuan..
Meskipun aku masih belum jadi perempuan yang benar-benar seperti seharusnya..

Mama..
Berjuta kata I love you itu gak bakal bisa nunjukkin seberapa cintanya aku sama mama..
Dan berjuta kata dan tindakan kasih aku ke mama gak pernah bisa membalas semua yang mama beri ke aku..

Mama..
Aku bisa mati tanpa dukungan dari mama, tanpa mama dihidupku..

Aku sayang mama :) :*
Kaulah segalanya untukku, kaulah curahan hati ini.. :*
Mama maafin neng kalau belum bisa buat mama bangga, Terima kasih untuk segalanya my Wonderwoman :**

*hujan cium dan peluk dari putrimu*

Sekali lagi selamat hari ibu untuk para Ibu dan calon Ibu di masa depan ;)

Selasa, 27 November 2012

Tugas Softskill


MAKALAH  ILMU  SOSIAL  DASAR
“Pengendalian  Emosi”
Dosen : Agus Nugroho


Universitas Gunadarma
Fakultas : Sastra
Jurusan : Sastra Inggris


Citra Kartika Devi
11611673
2SA02







 BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar  Belakang Masalah
Sudah lama diketahui bahwa emosi merupakan salah satu aspek berpengaruh besar terhadap sikap manusia. Bersama dengan dua aspek lainnya, yakni kognitif (daya pikir) dan konatif (psikomotorik), emosi atau yang sering disebut aspek afektif, merupakan penentu sikap, salah satu predisposisi perilaku manusia. Namun tidak banyak yang mempermasalahkan aspek emosi hingga muncul Daniel Goleman (1997) yang mengangkatnya menjadi topik utama di bukunya. Kecerdasan emosi memang bukanlah konsep baru dalam dunia psikologi. Lama sebelum Goleman (1997) di tahun 1920, E.L. Thorndike sudah mengungkap social intelligence, yaitu kemampuan mengelola hubungan antar pribadi baik pada pria maupun wanita. Thorndike percaya bahwa kecerdasan sosial merupakan syarat penting bagi keberhasilan seseorang di berbagai aspek kehidupannya.

1.2  Rumusan Masalah
-          Apa pengertian emosi?
-          Mengapa ada emosi?
-          Bagaimana cara mengendalikan emosi?


1.3  Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui bagaimana caranya kita sebagai mahluk sosial dalam mengendalikan emosi dan pentingnya pengendalian emosi saat kita berada di tengah masyarakat terutama dalam menghadapi masalah yang kita hadapi dikehidupan sehari-hari serta cara kita untuk mengontrol emosi.




BAB II
EMOSI
Pengertian Emosi

Kata emosi berasal dari bahasa latin, yaitu emovere, yang berarti bergerak menjauh. Arti kata ini menyiratkan bahwa kecenderungan bertindak merupakan hal mutlak dalam emosi. Menurut Daniel Goleman (2002 : 411) emosi merujuk pada suatu perasaan dan pikiran yang khas, suatu keadaan biologis dan psikologis dan serangkaian kecenderungan untuk bertindak. Emosi pada dasarnya adalah dorongan untuk bertindak. Emosi adalah suatu perasaan (afek) yang mendorong individu untuk merespon atau bertingkah laku terhadap stimulus, baik yang berasal dari dalam maupun dari luar dirinya.

            Setiap manusia mempunyai perbedaan emosionalitas, perbedaan emosionalitas juga dikaitkan dengan perbedaan warna rambut. Misalnya, dinyatakan bahwa orang-orang yang berwarna rambut merah mempunyai tempramen yang secara alamiah “bergairah” sedangkan orang-orang yang berambut pirang dinyatakan sebagai orang yang berpembawaan emosionalitas lemah dan orang-orang yang berambut hitam dianggap sebagai orang yang secara “alamiah”  hangat dan penuh cinta kasih.
Menurut Daniel Goleman (2002 : 411) ada beberapa emosi pada manusia:

a.  Amarah : beringas, mengamuk, benci, jengkel, kesal hati
b.  Kesedihan : pedih, sedih, muram, suram, melankolis, mengasihi diri, putus asa
c.  Rasa takut : cemas, gugup, khawatir, was-was, perasaan takut sekali, waspada, tidak tenang, ngeri
d.  Kenikmatan : bahagia, gembira, riang, puas, riang, senang, terhibur, bangga
e.  Cinta : penerimaan, persahabatan, kepercayaan, kebaikan hati, rasa dekat, bakti, hormat,  dan kemesraan
f.  Terkejut : terkesiap, terkejut
g.  Jengkel : hina, jijik, muak, mual, tidak suka
h.  Malu : malu hati, kesal

Seperti yang telah diuraikan diatas, bahwa semua emosi menurut Goleman pada dasarnya adalah dorongan untuk bertindak. Jadi berbagai macam emosi itu mendorong individu untuk memberikan respon atau bertingkah laku terhadap stimulus yang ada.

Dalam the Nicomachea Ethics pembahasan Aristoteles secara filsafat tentang kebajikan, karakter dan hidup yang benar, tantangannya adalah menguasai kehidupan emosional kita dengan kecerdasan. Nafsu, apabila dilatih dengan baik akan memiliki kebijaksanaan; nafsu membimbing pemikiran, nilai, dan kelangsungan hidup kita. Tetapi, nafsu dapat dengan mudah menjadi tak terkendalikan, dan hal itu seringkali terjadi. Menurut Aristoteles, masalahnya bukanlah mengenai emosionalitas, melainkan mengenai keselarasan antara emosi dan cara mengekspresikan (Goleman, 2002 : xvi).

Menurut Mayer (Goleman, 2002 : 65) orang cenderung menganut gaya-gaya khas dalam menangani dan mengatasi emosi mereka, yaitu : sadar diri, tenggelam dalam permasalahan, dan pasrah. Dengan melihat keadaan itu maka penting bagi setiap individu memiliki kecerdasan emosional agar menjadikan hidup lebih bermakna dan tidak menjadikan hidup yang di jalani menjadi sia-sia.


 Mengapa emosi itu ada?
Beberapa aspek-aspek fundamental yang menyebabkan emosi ada :
-          Biologi emosi : Semua emosi berasal dari sistem limbik otak yang kira-kira berukuran sebesar sebuah kacang walnut dan terletak di batang otak. Orang-orang cenderung merasa bahagia ketika sistem limbik mereka secara relatif tidak aktif. Sistem limbik orang tidaklah sama. Sistem limbik yang lebih aktif terdapat pada orang-orang yang depresi, khususnya ketika mereka memperoleh informasi negatif.

-          Intensitas : Setiap orang memberikan respon yang berbeda-beda terhadap rangsangan pemicu emosi yang sama. Dalam sejumlah kasus, kepribadianmenjadi penyebab perbedaan tersebut.<emosi> Pada saat lain, perbedaan tersebut timbul sebagai hasil dari persyaratan-persyaratan pekerjaan.

 

-          Frekuesi dan durasi : Suksesnya pemenuhan tuntutan emosional seorang karyawan dari suatu pekerjaan tidak hanya bergantung pada emosi-emosi yang harus ditampilkan dan intensitasnya tetapi juga pada seberapa sering dan lamanya mereka berusaha menampilkannya.

 

-          Rasionalitas dan emosi : Emosi adalah penting terhadap pemikiran rasional karena emosi memberikan informasi penting mengenai pemahaman terhadap dunia sekitar.Dalam suatu organisasi, kunci pengambilan keputusan yang baik adalah menerapkan pemikiran dan perasaan dalam suatu keputusan.

Fungsi Emosi :

Emosi memiliki fungsi-fungsi vital bagi manusia. Emosi yang dialami manusia menjadikan manusia mampu menimbulkan respon berdasarkan informasi yang diterimanya. Misalnya ada yang mengganggu maka muncullah marah. Lalu karena marah, seseorang mungkin akan bertindak mengusir si pengganggu.

           Secara umum terdapat sekurang-kurangnya 7 fungsi emosi bagi manusia. Masing-masing fungsi itu berperan penting bagi kelangsungan hidup manusia karena membantu dalam penyesuaian terhadap lingkungan.

1. Menimbulkan respon otomatis sebagai persiapan menghadapi krisis.
           Bayangkan tiba-tiba Anda bertemu dengan ular. Anda mungkin merasa terkejut dan lalu melompat. Karena terkejut itulah maka Anda selamat dari gigitan ular. Tiba-tiba saja Anda melompat. Bayangkan juga saat Anda bertemu harimau di hutan, karena Anda takut maka Anda melarikan diri. Tanpa berpikir apapun Anda lari begitu saja. Artinya, keadaan krisis bisa dilewati karena Anda memiliki respon otomatis. Anda otomatis merespon ular dengan melompat, dan merespon harimau dengan berlari. Bayangkan juga Anda dimarahi oleh atasan Anda karena kerja Anda tidak beres. Anda merasa takut. Jika tidak selesai maka Anda akan dipecat. Oleh karena rasa takut itu, maka Anda berusaha menyelesaikan pekerjaan.

2. Menyesuaikan reaksi dengan kondisi khusus.

             Pada saat Anda ditinggalkan oleh orang yang Anda sayangi, Anda akan bersedih hati. Nah, adanya sedih membuat Anda menyesuaikan diri dengan reaksi yang tepat untuk kondisi kehilangan. Lalu misalnya Anda sedang berlayar di lautan dengan kapal laut. Saat itu ada badai besar menerjang. Kapal Anda digoncang kesana kemari. Boleh jadi karena emosi cemas, Anda jadi lebih waspada. Anda lalu memakai pelampung, berpegangan erat, atau melakukan tindakan keamanan lainnya.

3. Memotivasi tindakan yang ditujukan untuk pencapaian tujuan tertentu.
            Emosi-emosi tertentu mendorong seseorang melakukan tindakan tertentu. Misalnya pada saat mengalami emosi cinta. Karena emosi itu, Anda berbuat macam-macam hal untuk menarik perhatian yang Anda cintai. Anda rela menembus hujan lebat karena ingin menunjukkan bahwa Anda selalu menepati janji. Mungkin Anda juga rela menemaninya mendaki gunung, padahal Anda takut ketinggian.

4. Mengomunikasikan sebuah niat pada orang lain
            Anda marah. Apa pesan Anda? Anda mungkin berpesan bahwa Anda tidak ingin disepelekan. Mungkin Anda berpesan bahwa Anda ingin memukul orang yang membuat marah. Mungkin juga Anda berpesan akan membalas dendam padanya. Intinya, ada pesan dibalik emosi Anda.


5.Meningkatkan ikatan sosial
           Apa jadinya jika hubungan sosial Anda dengan orang lain tanpa ada emosi? Hubungan itu hambar saja. Tidak akan ada rasa dekat yang terbangun. Adanya emosi yang positif seperti rasa bahagia, penerimaan, sayang, kegembiraan, kedamaian, akan membuat hubungan sosial yang ada semakin erat. Anda semakin dekat dengan teman-teman Anda karena terbangunnya emosi yang positif yang terus menerus lebih kuat dalam hubungan itu.

6. Mempengaruhi memori dan evaluasi suatu kejadian
             Dono bertemu dengan seorang dara bernama Evi. Wajahnya cantik. Mereka berkenalan. Setelah berkenalan, emosi yang dialami Dono maupun Evi pada saat kencan akan menjadi tolak ukur apakah kencan itu akan diingat kuat, atau dilupakan. Jika Dono maupun Evi merasakan emosi suka yang kuat, boleh jadi mereka akan beranjak ke kencan berikutnya. Jika mereka tidak merasakan apa-apa, maka boleh jadi akan saling melupakan.

7. Meningkatkan daya ingat terhadap memori tertentu
             Seseorang akan lebih mengingat kembali kenangan-kenangan yang diliputi oleh emosi yang kuat. Misalnya pertama kali dicium pacar karena saat itu Anda seperti melayang-layang di awan rasanya. Lalu misalnya saat Anda ditinggal mati orangtua Anda. Anda mengingatnya kuat karena saat itu Anda merasakan kesedihan yang sangat. Begitu juga saat Anda mengingat saat-saat dimana Anda merasa sangat ketakutan. Misalnya diancam preman, diserang anjing, atau yang lain.













BAB III
PENGENDALIAN EMOSI

            Pada dasarnya setiap manusia memiliki emosi yang beraneka ragam seperti yang telah dijelaskan pada bab sebelumnya, namun dalam pembahasan ini akan lebih ditenkankan pada  emosi ( rasa marah ) yang kadang membuat orang seketika berubah drastis emosinya, banyak hal yang bisa menyebabkan seseorang marah, seperti mereka merasa terganggu, merasa haknya dirampas dan lain sebagainya dan kita sebagai manusia yang bersosisasi harus bisa menempatkan diri dan harus menguasai serta dapat mengendalikan emosi pada diri kita.

Salah satu pengendali kematangan emosi adalah pengetahuan yang mendalam mengenai emosi itu sendiri. Banyak orang tidak tahu menahu mengenai emosi atau besikap negatif terhadap emosi karena kurangnya pengetahuan akan aspek ini. Seorang anak yang terbiasa dididik orang tuanya untuk tidak boleh menangis, tidak boleh terlalu memakai perasaan akhirnya akan membangun kerangka berpikir bahwa perasaan, memang sesuatu yang negatif dan oleh karena itu harus dihindari. Akibatnya anak akan menjadi sangat rasional, sulit untuk memahami perasaan yang dialami orang lain serta menuntut orang lain agar tidak menggunakan emosi. Salah satu definisi akurat tentang pengertian emosi diungkap Prezz (1999) seorang EQ organizational consultant dan pengajar senior di Potchefstroom University, Afrika Selatan, secara tegas mengatakan emosi adalah suatu reaksi tubuh menghadapi situasi tertentu. Sifat dan intensitas emosi biasanya terkait erat dengan aktivitas kognitif (berpikir) manusia sebagai hasil persepsi terhadap situasi. Emosi adalah hasil reaksi kognitif terhadap situasi spesifik.

Emosilah yang seringkali menghambat orang tidak melakukan perubahan. Ada perasaan takut dengan yang akan terjadi, ada rasa cemas, ada rasa khwatir, ada pula rasa marah karena adanya perubahan. Hal tersebut itulah yang seringkali menjelaskan mengapa orang tidak mengubah polanya untuk berani mengikuti jalur-jalur menapaki jenjang kesuksesan. Hal ini sekaligus pula menjelaskan pula mengapa banyak orang yang sukses yang akhirnya terlalu puas dengan kondisinya, selanjutnya takut melangkah. Akhirnya menjadi orang yang gagal.
            Orang-orang yang terlatih mengendalikan emosi umumnya tidak pernah panik dalam menghadapi situasi apapun. Hal ini tentu cukup mempengaruhi kualitas kerja kita. Orang-orang yang mampu mengendalikan emosi, umumnya bisa menjaga kualitas kerjanya dengan baik pula. Sebaliknya, jika kita bekerja dalam keadaan emosi yang tidak stabil, membuka peluang besar untuk melakukan kesalahan fatal. Emosi yang terkendali dengan baik, dapat meningkatkan rasa percaya diri. Dengan emosi yang terjaga, kita lebih mudah melakukan tugas apapun dengan lebih baik. Dengan demikian kita yakin apapun yang akan kita hadapi dapat diselesaikan semaksimal mungkin. Hal ini secara otomatis akan menambah rasa percaya diri. Dan tentu saja hal ini sangat diperlukan dalam dunia kerja atau bersosialisasi Perlu diketahui, emosi yang berlebihan akan menguras seluruh energi lebih dari kegitan fisik yang kita lakukan sehari-hari.

             Karena emosi umumnya membuat pikiran kita meledak-ledak dan tanpa disadari membuat gerakan sulit terkendali, dan emosi yang terkendali lebih menghemat energi. Sehingga kita tidak mudah lelah dan selalu siap dengan aktivitas sehari-hari. Hal yang sangat menguntungkan, jika kita pandai mengelola dan mengendalikan emosi, kita akan lebih sehat baik fisik maupun mental. Coba aja lihat, orang-orang yang sering dilanda emosi banyak dihinggapi penyakit.
           Selain penyakit mental seperti stres dan depresi, mereka juga dijangkiti penyakit fisik yang cukup berat seperti hipertensi, alergi, maag, migrain, dll. Maka dari itu  jika kita terlatih mengendalikan emosi, stres dan segala macam penyakit ini akan menjauh dari kehidupan kita. Pikiran dan fisik pun lebih sehat. Lagipula kesehatan sangat penting untuk membangun karir serta kehidupan sehari-hari kita. Dengan segala keuntungan mengendalikan emosi, otomatis akan melancarkan segala aktivitas. Baik aktivitas pribadi maupun kehidupan sosial kita, maka mulai dari sekarang kita belajar mengendalikan emosi.









BAB IV
PENUTUP

Kesimpulan
Pengendalian emosi adalah kemampuan seseorang dalam menghadapi dan menyikapi apa yang terjadi dalam dirinya sendiri maupun yang ada di sekitarnya dengan baik, tidak berlebihan dalam menyikapinya dan dapat membedakan perasaan emosi dirinya dengan emosi orang lain. Mampu mengendalikan emosi bukanlah hal yang mudah namun orang yang dapat mengendalikan emosinya adalah orang yang dewasa karena tau menempatkan diri serta mengontrol emosinya.

Saran
            Sebagai makhluk sosial kita harus mampu mengendalikan emosi dan menempatkan diri. Kita harus bisa menyelaraskan dan mengimbangi diri kita dan orang lain ketika emosi sedang meluap. Di samping itu jika kita dapat mengendalikan emosi dalam diri kita, cukup mudah untuk  kita  dalam menenangkan orang lain ketika sedang emosi.










DAFTAR PUSTAKA

Atkinson, R. L. dkk. 1987. Pengantar Psikologi I. Jakarta : Penerbit Erlangga.

Goleman, Daniel. 1997. Emotional Intelligence. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama.

Martin, Anthony Dio, 2003. Emotional Quality Manajement Refleksi, Revisi Dan Revitalisasi Hidup Melalui Kekuatan Emosi. Jakarta: Arga.

Hurlock, Elizabeth B. 1978. Perkembangan Anak ( Children Development ) 6. Jakarta : Penerbit Erlangga.